Google+ Badge

Kamis, 20 September 2012

PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK


Ilmu komunikasi bila dilihat dari pengertiannya tentu berbeda dengan komunikasi. Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya  kepada manusia  kepada manusia lain. Ilmu komunikasi adalah sebuah studies atau kajian yang meminjam teori dan metode dari ilmu lain untuk mengkaji fenomena komunikasi. Ilmu komunikasi bukan hanya sebuah disiplin ilmu yang merupakan studies tetapi juga sebuah kegiatan profesional. (www.winkplace.com,2011) (lidylla.student.umm.ac.id, 2010).
            Sedangkan untuk pengertian komunikasi sendiri adalah proses pengiriman informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan nformasi ada dua pihak yang terlibat yaitu:
1.      Komunikator adalah orang rang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan.
2.      Komunikan adalah orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : 
1. Cakap 
2. Pengetahuan
3. Sikap 
4. Sistem Sosial 
5. Kondisi lahiriah
            Disini penulis ingin menjelaskan tentang cara berkomunikasi yang baik antar manusia. Seseorang dapat dikategorikan dapat berkomunikasi dengan baik apabila ia telah memenuhi beberapa syarat. Syarat untuk menjadi komunikator yang baik antara lain:
1.      Adanya kesiapan tentang pesan atau informasi, cara penyampaian, waktu penyampaian dan saluran untuk komunikasi yang akan dilakukan
2.      Kesungguhan, artinya apapun bentuk dari pesan atau informasi tersebut tetap harus disampaikan secara sungguh – sungguh atau serius.
3.      Ketulusan dalam berkomunikasi.
4.      Kepercayaan diri
5.      Ketenangan dalam berkomunikasi (tidak gugup)
6.      Keramahan yang menimbulkan perasaan tenang, senang dan aman bagi penerima.
7.      Kesederhanaan dalam penyampaian pesan kepada komunikan untuk kejelasan dan pemahaman.
Jika dari syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi maka seseorang dapat dikatakn telah dapat berkomunikasi dengan baik (menjadi komunikator yang baik).
           Jika kita dapat berkomunikasi dengan baik maka akan berdampak baik pula terhadap kehidupan sosial kita dalam masyarakat. Kita kan lebih mudah beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan sekitar kita. Ketika kita menjadi mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri, maka kita tidak akan merasa kaget bila dihadapkan pada lingkungan dan teman-teman baru. Artinya adalah bahwa kita akan mudah dalam menyesuaikan diri untuk masuk ke dalam lingkungan itu.
           Namun terkadang ada juga diantara kita yang  merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain, khususnya dengan orang-orang yang ada di lingkungan barunya. Mereka merasa kesulitan dalam hal menyampaikan pikiran dan perasaannya kepada orang lain, karena terhambat oleh ketidakcakapannya dalam berkomunikasi dengan baik. Spesifikasi bahwa kita telah dapat berkomunikasi dengan baik adalah apabila kita telah dapat  menyampaikan informasi, pesan, pemikiran serta perasaannya kepada orang lain yang menjadi lawan bicaranya dapat mengerti, memahami maksud dari informasi yang telah disampaikan dengan baik. Maka, komunikasi yang terjadi ni berupa komunikasi dua arah (komunikasi interaksional).
 Saat melakukan komunikasi terhadap orang lain ada beberapa hal yang wajib diperhatikan mengenai tata cara berkomunikasi yang baik. Yaitu ketika kita berbicara dengan orang lalin atau melakukan komunikasi maka kita harus menghindari untuk menggunakan kata-kata kasar dan kata-kata yang membuat orang lain menjadi tersinggung. Bahasa yang digunakan pun harus bahasa yang komunikatif, sopan dan mudah dimengerti oleh lawan bicara. Tidak mungkin kita dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia, padahal lawan bicara kita adalah orang Jerman yang sama sekali tidak mengerti tentang bahasa Indonesia yang digunakan tersebut. Sikap kita juga harus menunjukkan sikap respect terhadap lawan bicara kita. Dengan begitu lawan bicara akan merasa nyaman dan dihargai keberadaannya. Salah satu sikap yang menunjukkan bahwa kita respect terhadapa lawan bicara kita adalah dengan menatap muka si lawan bicara tersebut dan tunjukkan antusiame kita terhadap hal yang sedang dibicarakannya. Sebisa mungkin kita juga harus memasang ekspresi ceria kepada lawan bicara. Gesture dan bahasa tersebut juga termasuk dalam proses komunkasi secara non-verbal.
Tetapi fenomena yang sungguh disayangkan adalah kita sendiri sering tidak menyadari bahawa kitamasih belummampu berkomunikasi dengan baik. Entah disadari atau tidak, terkadang kita memang belum mampu untuk berkomunikasi secara baik, bahkan untuk hal-hal yang dianggap biasa oleh kita. Sebagai contoh bahawa kita belum mampu berkomunikasi dngan baik adalah ketika kita menjadi mahasiswa komunikasi tetapi belum hafal dengan teman-teman satu angkatannya. Hal seperti ini sungguh bertolak belakang dengan realita bahwa kita adalah mahasiswa ilmu komunikasi yang idealnya dapat berkomunikasi lebih baik dari orang lain yang tidak di jurusan ilmu komunikasi.
Oleh karena itu, keterampilan untuk menjadi komunikator yang baik memang perlu untuk kita miliki bersama. Dengan menjadi komunikator yang baik maka kita akan mendapatkan manfaat yangbaik dalam hidup kita. Manfaat-manfaat berkomunikasi dengan baik tersebut adalah:
Memiliki dan disukai banyak teman.
Pergaulan menjadi lebih luas.
Terhindar dari rasa tidak percaya diri/minder.
Mudah berdaptasi.
Terhindar dari salah paham yang merugikan.
Pengalaman, wawasan dan ilmu pengetahuan bertambah banyak.
Dapat membangun jaringan dan mitra kerja dengan orang lain.

#bridgingcourse05

Daftar Pustaka
           diakses pada tanggal 20 September 2012, pukul 20:45.
            diakses pada tanggal 20 September 2012, pukul 21:05.
lidylla.student.umm.ac.id/files/2010/08/PIK1.ppt
            dunduh pada tanggal 20 September 2012, pukul 21:10.
            diakses pada tanggal 20 September 2012, pukul 21:55.
            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar